12 Penyebab Kenapa Kamu Selalu Merasa Lelah

0
3553
Ilustrasi. (Foto: seragpsych.com)

Harmoni.id – Kurang tidur bukanlah satu-satunya hal yang menguras energimu. Hal-hal kecil yang kamu lakukan (dan tidak kamu lakukan) dapat melelahkan kamu, baik secara mental dan fisik. Dalam hal ini, para ahli mengungkapkan kebiasaan buruk yang umum, yang dapat membuatmu merasa lelah.

1. Kamu melewatkan exercise ketika kamu lelah

Ilustrasi. (Foto: powerlady.com)
Ilustrasi. (Foto: powerlady.com)

Melewatkan exercise untuk menghemat energi, sebenarnya akan merugikanmu. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang sehat, yang mulai berolahraga ringan tiga hari dalam seminggu, sekurangnya 20 menit pada suatu waktu, dilaporkan rasa lelahnya berkurang dan lebih berenergi setelah enam minggu. Exercise yang teratur, akan meningkatkan kekuatan dan daya tahan, membantu membuat sistem jantung dan pembuluh darahmu berjalan lebih efisien, dan memberikan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuhmu. Jadi kalau lain kali kamu tergoda untuk tidur di sofa, setidaknya pergilah untuk berjalan-jalan—kamu tidak akan menyesal.

2. Kamu tidak minum cukup air

Ilustrasi. (Foto: radiantpeach.com)
Ilustrasi. (Foto: radiantpeach.com)

Menjadi sedikit dehidrasi – sekurangnya 2% dari kehilangan cairan yang normal- memberi efek buruk pada tingkat energi. Dehidrasi menyebabkan penurunan volume darah, yang membuat darah lebih tebal. Ini membuat jantungmu kurang efisien dalam memompa, mengurangi kecepatan di mana seharusnya oksigen dan nutrisi mencapai otot-otot dan organ-organmu. Untuk menghitung kebutuhan cairan normalmu, timbang berat badanmu dalam pound. Minumlah air setengah ons untuk setiap pound berat badan.

3. Kamu tidak mengkonsumsi cukup zat besi

Ilustrasi. (Foto: seragpsych.com)
Ilustrasi. (Foto: seragpsych.com)

Kekurangan zat besi dapat membuatmu merasa lesu, mudah marah, lemah, dan tidak dapat fokus. Ini membuatmu lelah karena kurangnya oksigen yang mengalir ke otot dan sel-sel. Meningkatkan asupan zat besi untuk mengurangi risiko anemia: dengan daging sapi tanpa lemak, kacang merah, tahu, telur (termasuk kuning telur), sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, dan selai kacang, dan gabungkan dengan makanan yang tinggi vitamin C (vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi bila dimakan bersama-sama). Catatan: kekurangan zat besi mungkin karena didasari masalah kesehatan, jadi jika kamu mengalami gejala-gejala kekurangan zat besi, kamu harus mengunjungi doktermu.

4. Kamu perfeksionis

Ilustrasi. (Foto: canadianbusiness.com)
Ilustrasi. (Foto: canadianbusiness.com)

Berjuang untuk menjadi sempurna – yang mana, mari kita hadapi kenyataan itu, bahwa tidak mungkin – membuat kamu bekerja lebih keras dan lebih lama dari yang diperlukan. Kamu menetapkan tujuan yang begitu tidak realistis bahwa itu sulit atau tidak mungkin untuk dicapai, dan pada akhirnya, tidak ada rasa kepuasan diri. Tetapkan batas waktu untuk diri sendiri pada proyekmu, dan berhati-hati untuk menaatinya. Dalam waktu tersebut, kamu akan menyadari bahwa waktu ekstra yang kamu ambil itu, tidak benar-benar meningkatkan pekerjaanmu.

5. Kamu melewatkan sarapan

Ilustrasi. (Foto: thetimes.co.uk)
Ilustrasi. (Foto: thetimes.co.uk)

Makanan yang kamu makan merupakan bahan bakar tubuhmu, dan ketika kamu tidur, tubuhmu terus menggunakan apa yang kamu konsumsi saat makan malam di malam sebelumnya, untuk memompa darah dan oksigen mengalir. Jadi, ketika kamu bangun di pagi hari, kamu perlu untuk mengisi bahan bakar dengan sarapan. Jika kamu lewatkan, kamu akan merasa lesu. Sarapan adalah seperti memulai api di tubuhmu dengan membantu mendorong metabolisme tubuhmu. Sarapan yang direkomendasikan mencakup biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Contoh yang baik termasuk oatmeal dengan bubuk protein dan selai kacang; smoothie yang dibuat dengan buah, bubuk protein, susu rendah lemak, mentega almond dan; atau telur dengan dua potong roti gandum utuh dan yogurt rendah lemak.

6. Kamu hidup dengan Junk Food

Ilustrasi. (Foto: livemint.com)
Ilustrasi. (Foto: livemint.com)

Makanan kaya gula dan karbohidrat sederhana (seperti yang akan kamu temukan di jendela drive-thru) memiliki peringkat tinggi pada indeks glikemik (GI), sebuah indikator seberapa cepat karbohidrat meningkatkan gula darah. Lonjakan gula darah konstan diikuti oleh penurunan tajam menyebabkan kelelahan di hari itu. Jagalah gula darah stabil dengan memiliki protein bersamaan dengan gandum di setiap kali makan. Pilihan yang baik meliputi ayam (panggang, tidak digoreng) dan beras merah, salmon dan ubi jalar, atau salad dengan ayam dan buah.

7. Kamu kesulitan mengatakan ‘tidak’

Ilustrasi. (Foto: entrepreneur.com)
Ilustrasi. (Foto: entrepreneur.com)

Keinginan menjadi orang yang selalu mengatakan ‘ya’ hanya untuk menyenangkan orang lain – biasanya akan sering mengorbankan energimu sendiri dan kebahagiaanmu. Dan akan membuat keadaannya menjadi lebih buruk, hal itu akan dapat membuatmu kesal dan marah di setiap waktu. Jadi entah itu pelatih dari anakmu yang memintamu membuat kue untuk tim sepak bolanya atau atasanmu melihat apakah kamu dapat bekerja pada hari Sabtu, kamu tidak harus mengatakan ‘ya’. Latih dirimu untuk mengatakan ‘tidak’ dengan suara keras. Cobalah sendirian di mobilmu dan dengarkan dirimu sendiri mengatakan kata ‘tidak’ dengan keras, maka akan membuat itu terasa lebih mudah untuk dikatakan pada saat dibutuhkan di kesempatan berikutnya.

8. Kamu memiliki kantor yang berantakan

Ilustrasi. (Foto: telegraph.co.uk)
Ilustrasi. (Foto: telegraph.co.uk)

Sebuah meja berantakan akan melemahkan mentalmu dengan membatasi kemampuanmu untuk fokus dan membatasi kemampuan otakmu untuk memproses informasi. Di akhir setiap hari, pastikan pekerjaan dan barang-barang pribadimu terorganisir dan tersimpan. Ini akan membantumu memiliki awal hari yang positif pada keesokan harinya. Jika kantor kamu membutuhkan pengaturan besar, hindari membuat dirimu kewalahan dengan cara mengambil satu langkah pada satu waktu: mulai dengan merapikan apa yang kamu lihat, kemudian berpindah melalui mejamu dan dari laci demi laci.

9. Kamu bekerja saat liburan

Ilustrasi. (Foto: healthhouse.xyz)
Ilustrasi. (Foto: healthhouse.xyz)

Memeriksa email ketika kamu seharusnya santai di tepi kolam renang, menempatkanmu pada risiko terlalu kelelahan. Mematikannya dan membiarkan diri untuk benar-benar bersantai memungkinkan pikiran dan tubuhmu untuk pulih dan kembali ke kantor dengan lebih kuat. Ketika kamu benar-benar beristirahat, kamu akan lebih kreatif, produktif, dan efektif ketika kamu kembali.

10. Kamu memeriksa e-mail pada waktu tidur

Ilustrasi. (Foto: u.osu.edu)
Ilustrasi. (Foto: u.osu.edu)

Cahaya dari tablet, smartphone, atau layar komputer kamu, dapat membuang ritme sirkadian (aktivitas bawah sadar) alami tubuhmu dengan menekan melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Kepekaan terhadap cahaya digital dari alat teknologi, dapat bervariasi dari orang ke orang, tapi secara umum, adalah ide yang baik untuk menghindari semua teknologi selama satu sampai dua jam sebelum tidur. Kamu tidak dapat menghindari memeriksa perangkatmu sebelum kepalamu menyentuh bantal? Kalau begitu, jauhkan setidaknya 14 inci dari wajahmu untuk mengurangi risiko gangguan tidur.

11. Kamu mengandalkan kafein untuk melewati hari

Ilustrasi. (Foto: spin.atomicobject.com)
Ilustrasi. (Foto: spin.atomicobject.com)

Memulai pagimu dengan menikmati kopi, bukanlah masalah besar—pada kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa sampai tiga cangkir kopi sehari adalah baik untukmu- tetapi menggunakan kafein dengan tidak benar, akan secara serius dapat mengganggu siklus tidur-bangun kamu. Kafein memblokir adenosin, hasil sampingan dari sel aktif yang mendorongmu untuk tidur karena terakumulasi. Sebuah studi mengungkapkan bahwa mengkonsumsi kafein bahkan enam jam sebelum waktu tidur, dapat mempengaruhi tidur.

12. Kamu begadang saat akhir pekan

Ilustrasi. (Foto: lifehack.org)
Ilustrasi. (Foto: lifehack.org)

Menghabiskan begadang tengah malam pada Sabtu malam, lalu tidur di Minggu pagi, akan menyebabkan sulit tidur pada Minggu malam – dan kurang tidur pada Senin pagi. Cobalah untuk bangun pagi seperti waktu normal kamu pada keesokan harinya, dan kemudian mengambil kekuatan dengan tidur sebentar di siang hari. Tidur siang selama 20 menit, untuk membuat tubuh mengisi ulang tanpa memasuki tahap tidur terlalu lama, yang mana bila kamu tidur terlalu lama,  justru dapat menyebabkan kamu terasa lebih lelah saat bangun.

Membuang kebiasaan buruk yang menguras energimu, akan membantu mengatasi rasa lelahmu, sebagaimana dilansir health. [Harmoni.id/ANW]