Inilah Beberapa Alternatif Aplikasi Telegram

0
569
Ilustrasi. (Foto: information-age.com)

Harmoni.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia memblokir aplikasi pengirim pesan instan Telegram pada hari Senin (14/7/2017).

Dalam siaran persnya, Kominfo menyatakan bahwa hal tersebut harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan dan perundangan-undangan di Indonesia.

Sementara ini akses yang telah ditutup oleh Kominfo adalah Telegram versi web dengan memblokir beberapa domain milik Telegram.

Langkah penutupan akses terhadap Telegram tersebut mendapatkan reaksi dari netizen Indonesia, terutama di media sosial. Salah seorang netizen bernama Dodi IR membuat petisi online pada situs web change.org. Petisi berjudul “Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram” tersebut dibuat di hari yang sama pada saat pemblokiran Telegram dimulai. Hingga berita ini dibuat, petisi yang ditujukan kepada Kominfo itu telah memperoleh dukungan dari 11.471 netizen. Jumlah yang tergolong sangat banyak karena petisi tersebut baru dibuat kurang dari 1 hari.

Bagi pengguna yang telah terbiasa menggunakan Telegram, hal ini tentu akan membawa persoalan tersendiri. Khususnya apabila telah terbiasa menggunakan Telegram untuk keperluan bisnis, perdagangan, pendidikan, atau urusan perkantoran lainnya. Karena Telegram sangat memanjakan penggunanya dengan fasilitas pengiriman file yang besar, kapasitas jumlah member group yang banyak, fasilitas channel untuk menyebarkan pesan satu arah, serta keamanan.

Berikut ini ulasan singkat mengenai beberapa alternatif yang dapat Anda gunakan jika Telegram sudah total diblokir. Alternatif di bawah ini tentu tidak akan sepenuhnya menjawab persoalan Anda, tapi setidaknya mencoba membantu Anda untuk mendapatkan beberapa alternatif yang paling mendekati kebutuhan sebagai pengganti Telegram. Sebagai catatan, urutan alternatif di bawah ini tidak menunjukkan urutan aplikasi terbaik.

Tampilan aplikasi Tox untuk Mac. (tox.chat)

1. Tox

Tox menyediakan fasilitas pengiriman pesan, file, serta membuat grup. Selain itu Tox memungkinkan penggunanya melakukan panggilan audio dan video. Pada situs webnya, Tox mengklaim bahwa aplikasinya aman dari penyadapan, mudah digunakan, dan gratis tanpa iklan selamanya.

Tox adalah aplikasi open source. Saat ini telah tersedia aplikasi Tox untuk Windows (32 bit dan 64 bit), OS X, Linux, Free BSD, iOS, serta Android. Anda dapat mengunduhnya di pada URL ini.

Tampilan aplikasi Signal. (twitter.com/whispersystems)

2. Signal Private Messenger

Aplikasi yang dibuat oleh Open Whisper Systems ini merupakan gabungan antara aplikasi TextSecure dan Redphone. Dengan Signal, dapat mengirim pesan instan, membuat grup untuk chat secara real time, berbagi media atau attachment, dan video call.

Signal adalah aplikasi open source dan mengklaim menggunakan enkripsi end-to-end sehingga dapat menjaga pesan Anda tetap aman dan privat.

Saat ini Signal tersedia untuk Android dan iOS. Bagi pengguna Desktop, Signal juga menyediakan versi web sebagai ekstensi browser Chrome. Anda dapat mengunduh Signal pada URL ini.

Tampilan aplikasi Jitsi. (jitsi.org)

3. Jitsi

Aplikasi open source ini sebelumnya bernama SIP Communicator. Jitsi mengklaim sebagai aplikasi komunikasi audio/video dan chat. Khusus Jitsi untuk Android, aplikasi ini diklaim mendukung enkripsi untuk audio/video, chat, melalui protokol SIP dan XMPP.

Saat ini Jitsi tersedia untuk Android, iOS, Windows, MAC OS X, Ubuntu, dan Debian. Anda dapat mengunduhnya pada URL ini.

Tampilan aplikasi Wire untuk Android. (wire.com)

4. Wire

Wire adalah aplikasi pesan instan yang aman dan privat untuk ponsel, tablet, dan desktop. Pada halaman tentang privacy di situs webnya, Wire membandingkan dengan aplikasi serupa lainnya dan mengklaim memiliki fasilitas paling lengkap terutama dalam hal privasi, misalnya mendukung enkripsi end-to-end pada grup chat, tidak memerlukan nomor ponsel, tidak membutuhkan akses ke phone book, serta dapat mengedit dan menghapus pesan yang terenkripsi.

Aplikasi open source ini tersedia untuk platform iOS, Android, MacOS, Windows, Linux, serta versi web. Anda dapat mengunduhnya pada URL ini.

Tampilan aplikasi Riot.im untuk Windows. (about.riot.im)

5. Riot.im

Aplikasi open source ini dahulu bernama Vector. Riot.im menyediakan fasilitas chat grup, panggilan audio dan video, transfer file, serta enkripsi end-to-end.

Saat ini Riot.im tersedia untuk platform iOS, Android, Windows, MAC OS, Linux, serta versi web. Anda dapat mengunduhnya pada URL ini.

Tampilan aplikasi Ring untuk Windows. (ring.cx)

6. Ring

Sebagaimana seluruh aplikasi di atas, Ring juga merupakan aplikasi open source. Dengan Ring, Anda dapat berkomunikasi suara, video, dan teks secara aman. Pembuat Ring mengklaim bahwa Ring adalah perangkat lunak untuk komunikasi universal yang menghormati kebebasan dan privasi penggunanya.

Aplikasi ini masih dalam versi beta dan tersedia untuk Linux, MacOS, Windows, serta Android. Anda dapat mengunduhnya pada URL ini.

Dari keenam alternatif di atas, mana yang akan Anda pilih? Tentunya tergantung kebutuhan Anda. Salah satu hal yang paling sulit dalam hal ini adalah memindahkan “komunikan” ke aplikasi yang Anda pilih. Hal ini terutama jika Anda telah menggunakan Telegram untuk menjalin pelanggan terkait usaha atau bisnis Anda. Hampir tidak mungkin untuk memindahkan seluruh pelanggan tersebut ke aplikasi alternatif yang Anda pilih. Apalagi jika jumlahnya telah mencapai puluhan ribu atau ratusan ribu pelanggan yang telah terjaring via Telegram. Tapi apa boleh buat, jika nanti Telegram benar-benar akan diblokir sepenuhnya maka Anda harus segera move on agar bisnis Anda tetap berjalan.

Jika Anda memiliki saran aplikasi lain, atau mungkin Anda – khususnya putra putri Indonesia – punya aplikasi pesan instan open source buatan sendiri, silakan tinggalkan komentar pada artikel ini. (harmoni.id/hdn)